KOTA MALANG - Portaljtv – Gelombang edukasi finansial menyapu kampus Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang. Rabu (29/4), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi meluncurkan program LPS Goes to Campus, disambut antusiasme ratusan mahasiswa. Bukan sekadar seminar biasa, acara ini menjadi ajang gebrakan literasi keuangan yang digawangi langsung oleh LPS bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Para mahasiswa dibekali trik jitu mengelola keuangan pribadi di era digital, mengenali bahaya judi online hingga pinjaman online ilegal, serta memahami peran vital LPS sebagai penjamin simpanan nasabah.
Namun yang paling menyita perhatian adalah pernyataan tegas Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian inisiasi kerja sama strategis dengan LPS wilayah Jawa Timur, NTT, dan Kalimantan, khususnya untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Sebenarnya dari kampus kami berharap ada penguatan literasi tentang ilmu yang terkait dengan perbankan, seperti akuntansi. Karena saat ini saya melihat literasi mahasiswa tentang perbankan masih terbatas. Walaupun di kelas diberikan teori, keberadaan LPS ini masih belum dipahami secara menyeluruh," ujar Prof. Dodi.
Ia menegaskan bahwa hari ini fokus diberikan kepada Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi dan Manajemen karena yang beririsan langsung. Namun setelah berdiskusi, ruang kolaborasi untuk fakultas lain masih sangat terbuka.
"Seluruh peserta yang hadir adalah mahasiswa fakultas ekonomi. Mereka kami harapkan mendapatkan ilmu yang langsung menyentuh realitas pengelolaan uang sehari-hari. Ini bekal hidup, bukan sekadar teori," tambahnya penuh semangat.

Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada seminar.
"Tadi kita sudah mulai berbagi ruang kerja sama, seperti dosen praktisi mengajar dari LPS, magang mahasiswa, maupun kerjasama penelitian untuk sama-sama membantu LPS memperkuat inklusi literasi keuangan masyarakat Indonesia," jelasnya.
Harapannya, setelah mendapatkan ini, mahasiswa akan terupdate dan mengetahui perkembangan kontemporer, terutama untuk sektor perbankan.

Sementara itu, Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai tameng generasi muda.
"Mahasiswa memerlukan pengetahuan sejak dini tentang mengatur keuangan dengan baik. OJK dan LPS bersinergi mendorong pemahaman ini agar mereka bisa memilah mana cara pengaturan keuangan yang sehat dan mana yang tidak. Jangan sampai terjebak produk ilegal hanya karena kurang literasi," tegas Farid.
Kegiatan yang dimulai sejak awal April 2026 ini merupakan rangkaian strategi aktif LPS di Malang. Dengan menghadirkan tiga pilar regulator sekaligus LPS, OJK, dan BI. UNITRI ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara finansial di era serba digital.(Aan)
Editor : JTV Malang



















